0263-2914301 humasbnnkcjr@gmail.com

Sejarah

sejarah BNN Kabupaten Cianjur

AKBP. DR. BASUKI, S.H., M.H.

Kabupaten Cianjur merupakan katagori kota sedang, yang diapit oleh 2 dua) kota besar yaitu Jakarta dan Bandung, lintasan Kabupaten Cianjur merupakan lintasan yang sangat strategis untuk melakukan kegiatan ekonomi ditunjang oleh destinasi wisata yang menjanjikan sehingga mobilitas pendatang ke Kabupaten Cianjur cukup tinggi, dan cukup menguntungkan bagi aspek pariwisata yang mendatangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD ) bagi Pemerintah Daerah.

                        Namun demikian tidaklah semuanya itu menguntungkan untuk kemajuan daerah atau kesejahteraan masyarakat Cianjur karena potensi tersebut banyak disalahgunakan dan disalah fungsikan oleh sekelompok oknum masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi yang ilegal dengan melakukan perdagangan ilegal Narkoba sehingga berdampak buruk bagi generasi Cianjur.

                        Kabupaten Cianjur secara geografis memiliki luas wilayah sebesar 3.501,48 Km² dengan struktur wilayah secara topographi berbukit dan landai dihuni oleh penduduk yang pluralisme dari berbagai suku tinggal di Kabupaten Cianjur, jumlah penduduk Cianjur dari data tahun 2014 sebanyak 2.217.040 Jiwa terdiri dari laki-laki 1.166.281 jiwa perempuan 1.050.759 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk rata-rata 58% per tahun serta kepadatan penduduk rata-rata 659 jiwa perKm², konsentrasi penduduk berada di wilayah utara sehingga pengembangan ekonomi di wilayah selatan dan tengah mengalami kendala untuk dikembangkan antara lain dikarenakan penduduknya masih jarang dan terpencar-pencar. Pada dasarnya penduduk di Kabupaten Cianjur saat ini memiliki multi karakter, hal tersebut menyebabkan banyak pergeseran kebudayaan sehingga menjadikan penduduk mempunyai kepentingan secara politis.

                        Kabupaten Cianjur memiliki karekteristik daerah yang cukup baik menjadi suatu peluang  penting dalam  potensinya terhadap peredaran gelap narkoba. Karena secara kondisi umum memiliki entry point  dan kondisi administratif  meliputi letak, luas dan batas wilayah memungkinkan untuk dijadikan wilayah peredaran narkotika.

Secara geografis Kabupaten Cianjur berbatasan dengan :

  • Sebelah Utara berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Bogor dan Purwakarta,
  • Sebelah Barat berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Sukabumi,
  • Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Indonesia, dan
  • Sebelah Timur berbatasan dengan Wilayah Kabupaten Bandung Barat dan Kab.Garut

      Secara geografis Kabupaten Cianjur terbagi dalam 3 bagian :

  1. Wilayah Cianjur Utara
  2. Wilayah Cianjur Tengah
  3. Wilayah Cianjur Selatan

                        Maka dengan adanya gambaran  termaksud di atas terbitnya  Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika membawa angin segar bagi daerah-daerah yang tinggi permasalah penyalahgunaan narkotikanya, di Pasal 64 ayat (1) “Dalam rangka pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika, dengan Undang-Undang ini dibentuk Badan Narkotika Nasional, yang selanjutnya disingkat BNN”. Sesuai  Peraturan Presiden Nomor 23 Tahun 2010 tentang Badan Narkotika Nasional dan BNN dibantu oleh Satuan Kerja BNN yang berada di Provinsi dan Kabupaten/kota.

                                    Dengan diundangkannya Undang-Undang Narkotika dan Peraturan Presiden tersebut Pemerintah Kabupaten Cianjur mengkaji kedua regulasi tersebut dengan melakukan pertemuan-pertemuan rutin lintas sektor dalam proses pembentukan Badan Narkotika Nasional Kota/Kabupaten (BNNK) untuk mengganti lembaga yang menangani permasalahan NAPZA di Kabupaten Cianjur yaitu Badan Narkotika Kabupaten (BNK) yang ketuanya ex-officio Wakil Bupati, BNK pada waktu itu bukanlah lembaga struktural namun merupakan lembaga pemerintahan dibawah Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur, pada Tahun 2010 bulan Juni  melalui Surat Keputusan Bupati BNK dinyatakan dibekukan maka selama 3 (tiga) tahun Kabupaten Cianjur tidak mempunyai BNK, selanjutnya di tahun 2013 Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur melalui Assisten Daerah I dengan Bagian Kesra Setda Kabupaten Cianjur mengajukan proposal pembentukan BNNK Cianjur dan Kajian Akademik vertikalisasi BNNK Cianjur di Tahun 2013 ke Badan Narkotika Nasional di Jakarta.

                                    Tahun 2013 keluarlah bentuk perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan Kepala Badan Narkotika Nasional RI, Nomor Pemda : 442.5/6667/BNN; Nomor BNN : 85/XII/2013/BNN tentang Pelaksanaan Percepatan Pengembangan dan Pembangunan Kapasitas Badan Narkotika Nasional di Daerah yang ditandatangani oleh Bupati Drs. H. Tjetjep Muchtar Soleh MM dan disetujui oleh Ketua DPRD Kab.Cianjur H. Gatot Subroto, SH. MH Kepala BNN Bapak Komisaris Jendral (Pol) Drs. Anang Iskandar.