0263-2914301 humasbnnkcjr@gmail.com

Al-Qur’an menyinggung masalah upaya pencegahan (prevention) seperti yang terkandung dalam pengharaman Khamr (wine, miras dan narkoba)

 يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ ۖ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا ۗ وَيَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ قُلِ الْعَفْوَ ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar[136] dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya”. dan mereka bertanya kepadamu apa yang mereka nafkahkan. Katakanlah: ” yang lebih dari keperluan.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.”(QS al-Baqarah/2:219)

Khamr terbukti dapat merusak otak sebagai tempat pusat kesadaran, melemahkan daya tahan fisik, merusak jaringan tubuh seperti hati, sel saraf/otak, ginjal, dan lain sebagainya, juga berdampak pada hal yang luas, mengancam kehidupan social, ekonomi, dan stabilitas Negara, bahkan mengundang munculnya kejahatan sosial.

Ulama menetapkan illat (penyebab,kriteria) pengharaman Khamr karena unsur memabukkan, maka semua yang memabukkan termasuk penyalahgunaan narkoba adalah haram.

Didalam terminologi agama, segala sesuatu yang dapat menghilangkan akal dan kesadaran, baik berupa minuman/lainnya disebut  karena unsur memabukkan, maka semua yang memabukkan termasuk penyalahgunaan narkoba adalah haram.

Didalam terminologi agama, segala sesuatu yang dapat menghilangkan akal dan kesadaran, baik berupa minuman/lainnya disebut iskar.