0263-2914301 humasbnnkcjr@gmail.com

Senyawa tryptamine yang lebih dahulu beredar adalah golongan halusinogen yang terdapat pada jenis jamur dan beberapa hewan. Jamur psilosibin merupakan jenis tryptamine dari sumber tanaman yang populer pada tahun 1950-an kemudian selanjutnya berkembang turunan tryptamine yang sintetik diantaranya adalah dimethyltryptamine atau populer dengan nama DMT. Tahun 1997 setelah Alexander Shulgin mempublikasikan bukunya yang berjudul TIHKAL (tryptamine, i have known and i love it) yang mempublikasikan senyawa tryptamine, perkembangannya semakin pesat sehingga saat ini banyak jenis yang berkembang diantaranya 5-MeO DMT, 5-MeO-DPT, AMT, 4-AcO-DMT dan 4-AcODiPT, etryptamine dan DET.

Perkembangan NPS jenis tryptamine di Indonesia yaitu dalam campuran tablet ekstasi yaitu alpha methyltryptamine dan 5-MeO-MIPT dan untuk alpha methyltryptamine umumnya terdapat pada tablet ekstasi yang mengandung methylone.

Efek yang dilaporkan terhadap penggunaan jenis ini adalah efek halusinogen dan toksisitas yang berakhir dengan kematian.

Tablet ekstasi mengandung 5-MeO-MIPT

Tablet ekstasi mengandung alpha- methyltryptamine