Pemberantasan

Pencegahan & Pemberdayaan Masyarakat

Terkini


Jumat, 21 Februari 2020

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR DAN BNN KABUPATEN CIANJUR BERSINERGI DALAM MEWUJUDKAN DESA BERSINAR

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Dalam rangka percepatan program Desa/Kelurahan Bersih Narkoba (Bersinar), Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur melaksanakan rapat koordinasi dengan Plt. Bupati Cianjur beserta jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait yang dilaksanakan pada Jum’at (21/02) di Pendopo Kabupaten Cianjur.Dalam rakor tersebut, Kepala BNNK Cianjur, AKBP. Dr. Basuki, SH., MH. menyampaikan terkait strategi percepatan pelaksanaan Desa/Kelurahan Bersinar demi mewujudkan masyarakat Cianjur lebih maju, agamis, tanpa narkoba. Program desa bersinar di Kabupaten Cianjur sudah berjalan efektif, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui SKPD terkait juga akan mendorong mempercepat pembuatan regulasi peraturan desa atau peraturan guna pelaksanaan desa/kelurahan bersinar.“Saat ini bahaya narkoba merupakan ancaman dunia dari masa ke masa, dan Jawa Barat khususnya di Kabupaten Cianjur adalah sasaran bagi para bandar dan jaringan narkoba. BNNK Cianjur sudah melakukan persiapan matang dalam melaksanakan program Desa Bersinar ini mulai dari perencanaan, regulasi, sosialisasi kepada seluruh kepala desa dan lurah se-Kabupaten Cianjur, strategi, rapat lintas sektor, penyusunan anggaran desa, pelatihan relawan dan penggiat anti narkoba sebagai penyuluh, pelatihan dokter dan perawat dan juknis dalam bentuk buku saku. Harapan kami adalah agar angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kabupaten Cianjur dapat menurun secara signifikan," ujar Dr. Basuki.Selain itu, Dr. Basuki juga mengingatkan bahwa ancaman narkoba saat ini bukan hanya terbatas pada sabu, ganja dan ekstasi semata, namun ada begitu banyak jenis narkoba lainnya termasuk New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar. Sebanyak 803 NPS beredar di dunia, dan 74 NPS diantaranya sudah berhasil ditemukan di Indonesia, bisa jadi yang telah masuk ke Indonesia lebih dari jumlah tersebut.Dalam kesempatan tersebut Plt. Bupati Cianjur juga menuturkan, dalam jangka waktu dekat kami akan mengukuhkan program Kang Jabur (Tukang Jaga Lembur) sebanyak 30 orang di setiap desa yang  terdiri dari pemuda, tokoh masyarakat, ketua RT, Ketua RW, perangkat desa, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Setelah kami data, total Kang Jabur di Kabupaten Cianjur ini sekitar 11 Ribu orang. Kang Jabur ini juga akan dikukuhkan sebagai relawan anti narkoba yang bertugas sebagai penyuluh, inisiator, motivator dan fasilitator di lingkungan masyarakat desa;Pada tahun 2045 mendatang, generasi milenial saat ini akan berada pada puncak usia produktif mereka. Maka dari itu kita harus menjaga generasi penerus bangsa ini dari bahaya narkoba."Ini benar-benar untuk masa depan mereka, karena 100 tahun Indonesia merdeka yang jatuh pada tahun 2045 nanti, generasi milenial saat ini akan berada di puncak usia produktif mereka. Mereka akan berumur 35-45 tahun. Kita tidak ingin nanti generasi mendatang sumber daya manusia khususnya di Kabupaten Cianjur ternodai oleh hal-hal yang negatif. Kita harus persiapkan sumber daya manusia yang unggul, sehat dan bersih narkoba. Ini harus dipersiapkan sejak dini”, tutur herman.Hari minggu besok yang tepatnya pada tanggal 23 Februari 2020, para calon kepala desa akan bersaing dalam pesta demokrasi yaitu sebanyak 248 Desa, dari 28 Kecamatan yang mengikuti Pilkades Serentak. Pada saat nanti pelantikan Kepala Desa, wajib menandatangani pakta integritas bahwa desa tersebut harus mengikuti program desa bersinar. Begitu juga terkait anggaran desa yang dialokasikan, nanti dalam penganggaran desa ini akan kami tuangkan ke dalam Peraturan Bupati sebagai regulasi untuk diwajibkan alokasi khusus secara prosentase untuk kegiatan Desa Bersinar dan pencegahan narkoba di lingkungan desa.Dengan dukungan anggaran atau dana desa dan program desa bersinar, masyarakat desa akan semakin paham dan mengerti tentang bahaya penyalahgunaan narkoba sehingga masyarakat mampu untuk menangkal segala bentuk penyalahgunaan narkoba di tingkat desa.Dalam kesempatan tersebut, Asep Suparman, S.Sos., M.Si. (Asisten Daerah Bidang Pemerintah dan Kesra) menyampaikan, bahwa Plt. Bupati Cianjur akan menginstruksikan kepada Kepala Dinas Kesehatan untuk membuat surat edaran, agar seluruh puskesmas dan RSUD Kabupaten Cianjur untuk segera membuka layanan rehabilitasi medis bagi penyalah guna dan korban penyalahgunaan narkoba serta membuat spanduk/banner terkait layanan rehabilitasi narkoba (gratis).“Kami Pemerintah Kabupaten Cianjur mengucapkan terima kasih kepada BNN Kabupaten Cianjur atas segala upaya Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) di Kabupaten Cianjur. Kami akan terus mendukung program yang dilaksanakan oleh BNN Kabupaten Cianjur, dalam mewujudkan Kabupaten Cianjur lebih maju, agamis tanpa narkoba”, pungkas Asep Suparman.  #CianjurLebihMajuAgamisTanpaNarkoba#CianjurBersinar


Kamis, 24 Oktober 2019

PELAJAR SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN CIKALONGKULON DEKLARASIKAN SEKOLAH BERSIH NARKOBA

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Ratusan pelajar Sekolah Dasar se-Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur mendeklarasikan sekolah bersih narkoba (bersinar). Deklarasi Sekolah Bersinar tersebut dilaksanakan di SDN Gudang 2 Cikalongkulon bersamaan dengan pelaksanaan program “NGABASO” (Ngabring Ka Sakola)  oleh Plt. Bupati Cianjur (24/10).Kegiatan ini merupakan langkah nyata yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan Koordinator Pendidikan Cikalongkulon dan Kepala Sekolah SDN Gudang 2 Cikalongkulon dalam melaksanakan pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan demi mewujudkan Sekolah Bersih Narkoba.Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan pelantikan dokter kecil dan Duta Stuntting oleh Puskesmas Cikalongkulon, bersih-bersih telinga dan penyuluhan kepada orangtua murid  oleh Komda PGPKT Kabupaten Cianjur, sosialisasi sekolah bersih narkoba oleh BNNK Cianjur dan penandatanganan komitmen generasi sehat bersih narkoba se-Kecamatan Cikalongkulon.Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN Kabupaten Cianjur menyampaikan  Peredaran narkoba di Kabupaten Cianjur sudah merambah sampai ke pelosok desa dan bahkan sudah masuk sampai di lingkungan pendidikan tingkat dasar.“Sejatinya narkoba adalah musuh bangsa dan anak-anak SD merupakan aset negara yang harus kita jaga karena mereka adalah calon pemimpin-pemimpin bangsa. Perlu adanya komitmen dan peran aktif dari semua pihak di Kecamatan Cikalongkulon untuk bekerja sama menjaga anak-anak/pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dalam ruang lingkup sekolah bersih narkoba di kabupaten cianjur, untuk menciptakan cianjur lebih maju, agamis tanpa narkoba”, ungkap Dr. Basuki,, SH., MH.Kepala SDN Gudang 2 Cikalongkulon, Asep Solihin, S.Pd, MM. memberikan apresisasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga dengan terlaksanannya kegiatan ini, harapan kami generasi muda Kecamatan Cikalongkulon bisa menjadi generasi yang unggul, sehat dan bersih dari narkoba.Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, ST., M.AP berpesan kepada para siswa dan siswi untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar supaya prestasi yang terbaik dan apa yang di cita-citakannya dapat tercapai.”Peran Orang tua dan guru sangat penting untuk menjadikan anak yang berprestasi, Jadilah anak kebanggaan keluarga dan lingkungan masyarakat yang senantiasa hormat pada orang tua, guru dan bersih dari narkoba Maka dari itu mulai hari ini kita perlu meningkatkan generasi penerus untuk Pemimpin Cianjur untuk semangat dan giat dalam belajar“, ujar Plt. Bupati Cianjur.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Ketua Dewan Pendidikan Kab. Cianjur, Kabid Rehabilitasi Sosial DinsosKab. Cianjur, Camat Cikalongkulon, Forkopim Kecamatan Cikalongkulon, Kepala Desa se-Kecamatan Cikalongkulon, Kepala Sekolah 50 Sekolah Dasar Kecamatan Cikalongkulon, dr. Budi Bachtiar (Kepala UPTD Puskesmas. Cikalongkulon, Cianjur), dan seluruh siswa/i SDN Gudang 2 Cikalongkulon Kabupaten Cianjur.


Selasa, 13 Agustus 2019

DEKLARASI SERENTAK 360 DESA & KELURAHAN BERSIH NARKOBA SE-KABUPATEN CIANJUR

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Dalam rangka melawan peredaran gelap narkoba, Pemda Kabupaten Cianjur, Jawa Barat menggelar deklarasi Desa Bersih Narkoba (BERSINAR). Total 360 Desa dan Kelurahan se-kabupaten Cianjur hadir dan siap mendukung gerakan Desa Bersinar.Plt Bupati Cianjur, H Herman Suherman, ST., M.AP mengajak Kepala Desa dan Lurah yang hadir agar segera menjalankan Program Desa Bersinar dengan mencontoh 9 Desa dan Kelurahan yang menjadi Pilot Project. Selain itu, Plt Bupati juga memerintahkan para Camat untuk berkoordinasi dengan instansi terkait seperti swasta, lembaga pendidikan dan masyarakat untuk mendukung gerakan Desa Bersih Narkoba.Pada kesempatan yang sama, kepala BNN RI Drs. Heru Winarko (HW) mengatakan bahwa Deklarasi Desa Bersinar adalah bentuk perlawanan terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.“Deklarasi adalah simbol tapi yang terpenting adalah masyarakat melaksanakan langkah nyata dalam penanggulangan narkoba”. Diharapkan setelah deklarasi ini ada tindakan nyata dari 360 Desa dan Kelurahan khususnya dari 9 Pilot Project Desa Bersinar sehingga dapat mengurangi angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba untuk mewujudkan Cianjur Lebih Maju Agamis Tanpa Narkoba ujar HW.Pelaksanaan Deklarasi Serentak 360 Desa dan Kelurahan Desa Bersih Narkoba dengan melibatkan Para Camat, Kapolsek, Danramil, Kepala Puskesmas, Bhabinkamtibmas, Babinsa, Kepala Desa dan Lurah Se-Kabupaten CianjurTurut hadir Plh. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat, Deputi Pencegahan BNN, Deputi Pemberdayaan Masyarakat BNN, Direktur Narkoba Polda Jabar, Perwakilan Kementerian Desa, Bupati Cianjur, Bupati Kabupaten Sukabumi, Walikota Depok, Bupati Purwakarta dan jajaran Forkopimda Kabupaten Cianjur.Disela-sela acara juga diluncurkan aplikasi SIPAREL (Sistem Pelaporan Relawan) yang memudahkan para relawan di seluruh Indonesia melaporkan kegiatan mereka kepada BNN secara online. Melalui aplikasi tersebut, BNN dapat memonitor dan melihat kegiatan para relawan guna kepentingan informasi dan evaluasi.


Sabtu, 27 Juli 2019

BNNK CIANJUR & IDI CABANG CIANJUR BENTENGI GENERASI MILENIAL DENGAN SEMINAR P4GN

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Guna mengedukasi mahasiswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cianjur dan Universitas Suryakancana mengadakan Seminar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” yang dilaksanakan pada hari Sabtu (27/07/19) di Auditorium, Universitas Suryakancana.Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Suryakancana, Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., MH. S.pN. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 100 perwakilan mahasiswa/i dan dosen berbagai jurusan dari Universitas Suryakancana (UNSUR) dan Universitas Putra Indonesia (UNPI).“Generasi milenial, khususnya para mahasiswa merupakan bonus demografi yang nantinya menjadi harapan bangsa di era globalisasi ini. Untuk itu harus dibekali pemahaman yang cukup agar terhindar dari salah satu bahaya terbesar bangsa yaitu narkoba.” Tutur Rektor.Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat, Drs. Anas Saepudin, M.Si, hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut, menjelaskan bahwa BNN ingin mengajak generasi penerus bangsa untuk membangun diri dengan ilmu dan kegiatan yang bermanfaat dan berani mengatakan tidak kepada narkoba dan segala zat adiktif lainnya.“Ada 739 New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di dunia, 77 NPS diantaranya narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia, 6 diantaranya belum masuk ke dalam lampiran Permenkes tentang perubahan penggolongan narkotika. Maka dari itu mahasiswa sebagai generasi milenial harus mampu membentengi diri kalian dan lingkungan sekitar termasuk lingkungan kampus dengan edukasi terkait bahaya narkoba”, tutur Anas.dr. Rama Giovani, Sp.KJ sebagai pemateri yang kedua memaparkan materi terkait “Prevention, Risk & Treatment On Substance Use Disorder”. Dalam paparannya, dr. Rama menjelaskan bahwa Narkoba memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi otak manusia bahkan hingga menyebabkan kematian.“Kalian sebagai generasi muda harus tahu tentang kesehatan mental, karena berbagai permasalahan biasanya muncul dan mengganggu kesehatan mental kita. Banyak orang yang setelah mengkonsumsi Narkoba, terjadi dampak buruk terhadap tubuhnya yang merusak kesehatan mental seseorang, mulai dari dari daya pengelihatan yang salah (disorientasi ruang dan waktu), kegelisahan akut, paranoid, kecanduan, perilaku aneh, tidak menentu dan kadang kasar, halusinasi, depresi, sakau, bahkan bisa menyebabkan penggunanya meninggal”, Imbuh dr. Rama.Antusiasme peserta seminar tampak dari banyaknya mahasiswa yang mau menyampaikan pertanyaan kepada kedua narasumber, pada sesi diskusi yang dimoderatori oleh dokter dari IDI Cabang Cianjur, dr. M. Rabbani Rivai. Melihat tingginya antusiasme dari mahasiswa itu, Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar juga tampak bersemangat dan memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UNSUR dan UNPI yang menyambut baik kegiatan diseminasi dan sosialisasi P4GN ini. 


Senin, 22 Juli 2019

SINERGITAS BNNK CIANJUR, PEMKAB CIANJUR, TNI DAN POLRI DALAM PERCEPATAN PELAKSANAAN DESA/KELURAHAN BERSIH NARKOBA

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif, MH. mengantisipasi bahaya narkoba dengan meningkatkan peran Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di desa untuk melawan segala jenis upaya pelemahan terhadap masyarakat desa termasuk bahaya narkoba yang sudah masuk ke pelosok pedesaan.“saat ini bahaya narkotika merupakan ancaman dunia dari masa ke masa, dan Jawa Barat khususnya Kabupaten Cianjur adalah sasaran bagi para bandar dan jaringan narkoba. Bagaimana cara membuat satu perlawanan terhadap bahaya laten narkoba ini, yaitu dengan membuat sistem dan strategi yang sudah menjadi budaya kearifan lokal yaitu Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat," ujarnya dalam rapat koordinasi dengan para Kapolsek, Danramil, dan Camat se-Cianjur di Grand Bydiel, Senin (22/7/2019).Menurutnya, saat ini narkotika berkembang sesuai perkembangan teknologi dan imajinasi para pemakai sehingga banyak perubahan bentuk yang sifatnya ilegal."Di Indonesia bisnis ini berkembang dan memutar dana puluhan triliun yang menjadi bisnis haram. Di Jawa Barat, BNN sudah menangani 10 ribu kasus narkotika dan hasilnya sekitar 70 persen mendominasi rumah tahanan di semua pelosok Jawa Barat. Kami mendata saat ini di Jabar ada 800 Ribu pengguna yang terdata, yang tak lapor bisa tiga kali lipat. Dan di indonesia, saat ini ada 74 narkoba jenis baru yang beredar. Pemerintah pusat dan provinsi sudah melakukan tindakan preventif di antaranya Puskesmas wajib melayani pasien narkoba, ASN wajib tes urine, dan saat ini pencanangan desa bersih narkoba" imbuhnya.Kepala BNNK Cianjur, AKBP Dr. H. Basuki, SH., MH. dalam laporannya mengatakan, bahwa pada bulan Oktober nanti akan diadakannya pelatihan dan asistensi bagi dokter dan perawat yang bertugas di puskesmas se-Kabupaten Cianjur guna meningkatkan kompetensi para tenaga medis dalam pelaksanaan rehabilitasi di seluruh puskesmas yang berada di Kabupaten Cianjur."Untuk program desa bersinar kami sudah siapkan modul sosialisasi pencegahan, buku saku, dan flashdisk untuk menunjang kegiatan preventif di lingkungan masyarakat desa. setelah pertemuan ini saya berharap terbentuk forum koordinasi anti narkoba di kecamatan yang akan membentuk relawan bertugas sebagai inisiator dan fasilitator," imbuhnya.Sekda Pemerintah Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi. SH., MM., mengatakan, Cianjur sudah menjadi tujuan penyebaran narkoba, tak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Pihaknya menegaskan untuk perang terhadap narkoba dengan mendukung program Desa Bersinar di Kabupaten Cianjur."Kami akan terus berkoordinasi memberantas narkoba agar terbentuk sinergitas antara Pemkab Cianjur, BNN, TNI dan Polri. Kami juga akan menindaklanjuti dengan menghadirkan aparat kecamatan, setelah ini akan dilaksanakan deklarasi desa bersinar oleh 360 kepala desa, pada pertengahan bulan Agustus nanti" katanya.Wakapolres Cianjur, Kompol. Jaka Mulyana, S.IK., M.IK. mengatakan, pihaknya selama ini sudah bekerja keras, penindakan telah dilakukan dan hasilnya mempersempit ruang lingkup pelaku."Kerja sama dan sinkronisasi, kami siap mendukung tenaga untuk mewujudkan desa bersih narkoba," ujarnya.Dandim 0608 Cianjur, Letkol. Inf. Rendra Dwi Ardhani, S.E. mengatakan payung hukum tentang narkoba sudah jelas, namun harus dipernharui karena jenis dan modusnya pun sudah mulai berkembang."Apabila ada anggota kami yang menyalahgunakan narkoba, silahkan langsung lapor ke saya, saya akan menindak tegas kepada prajurit TNI yang menyalahgunakan narkoba. Akan saya ajukan langsung pemecatan dalam waktu kurang dari satu minggu bagi prajurit TNI yang menyalahgunakan narkoba, Kami tidak mengenal proses rehabilitasi bagi prajurit yang menjadi pecandu narkoba. Saya juga akan ajukan hukuman mati apabila anggota kami ada keterlibatan masuk ke dalam jaringan narkoba. Ancaman terbesar bangsa ini yaitu narkoba, oplosan langsung kami sikat dan musnahkan di tempat demi terwujudnya masyarakat Cianjur lebih maju, agamis, tanpa narkoba," pungkas Dandim 0608 Cianjur. 


Sabtu, 20 Juli 2019

BNNK CIANJUR BEKERJA SAMA DENGAN IDI CABANG CIANJUR DAN KOMISI NASIONAL PGPKT MENYELENGGARAKAN BAKTI SOSIAL

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Dalam rangka memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) tahun 2019 dan Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-111, Badan Narkotika Nasional Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cianjur dan Komisi Nasional Penanggulangan Gangguan Pendengaran dan Ketulian (PGPKT) menyelenggarakan Bakti Sosial yang bertempat di halaman Kantor BNN Kabupaten Cianjur, Sabtu (19/07).Bakti Sosial ini diisi dengan kegiatan donor darah, khitanan massal sebanyak 32 anak, bersih-bersih telinga kepada 52 anak SD Pancawangi dari kelas 4-6, pemeriksaan kesehatan dan pendengaran, serta pemeriksaan narkotika melalui urine secara gratis. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesa Emas”.Pada kesempatan tersebut Kepala BNN Kabupaten Cianjur, AKBP Dr. Basuki, SH., MH. menyampaikan bahwa kegiatan bakti sosial tersebut adalah sebagai wujud kasih sayang dan perhatian kami kepada masyarakat cianjur.Dr. Basuki pun menambahkan, selain simbol kepedulian kami kepada masyarakat Kabupaten Cianjur,  Baksos tersebut juga menyasar kepada generasi muda. Betapa pentingnya peranan generasi milenial yang sehat dan bersih narkoba dalam kelangsungan bangsa ini. Lantaran, generasi milenial pada masa ini, harus tumbuh menjadi kader bangsa yang unggul dan tangguh dalam menghadapi tantangan pembangunan. Selain itu, mereka juga harus bertanggung jawab terhadap masa depan kehidupan bangsa dan negara."Kegiatan HANI 2019 menyasar kalangan muda yang saat ini lebih akrab disapa kaum milenial, karena generasi muda sebagai penggerak pembangunan. Jika generasi muda dapat tumbuh sehat tanpa narkoba, maka bangsa ini akan menuju masa depan yang lebih baik," Imbuh Dr. Basuki.Ketua Panitia HBDI Kabupaten Cianjur, dr. Roni Hadiyanto menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik antara IDI Cabang Cianjur, BNNK Cianjur, Komnas PGPKT dan Pemerintah Kabupaten Cianjur sehingga telah terlaksananya Bakti Sosial ini, momentum ini merupakan bentuk kepedulian, serta pengabdian kami kepada masyarakat, bangsa dan negara. Dalam acara tersebut juga diresmikannya Komisi Daerah PGPKT Kabupaten Cianjur dengan seremonial pelepasan balon ke udara.Sementara itu, Bupati Cianjur yang diwakili oleh Asda I Bidang Pemerintahan Pemerintah Kabupaten Cianjur, Asep Suparman, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan rasa terima kasih kepada BNNK Cianjur, IDI Cabang Cianjur dan Komnas PGPKT bahwa kegiatan baksos yang dilaksanakan ini sangat positif serta sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat Kabupaten Cianjur. Menurutnya bantuan yang diberikan sangat bermanfaat untuk masyarakat Kabupaten Cianjur.“Mudah-mudahan momentum ini menjadi langkah awal bagi kita untuk bersama-sama berperan aktif mengatasi masalah kesehatan khususnya masalah penanggulangan gangguan telinga dan ketulian serta penanganan masalah Narkoba di Kabupaten Cianjur”, pungkas Asep Suparman, S.Sos., M.Si.  


Kamis, 24 Oktober 2019

PELAJAR SEKOLAH DASAR SE-KECAMATAN CIKALONGKULON DEKLARASIKAN SEKOLAH BERSIH NARKOBA

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Ratusan pelajar Sekolah Dasar se-Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur mendeklarasikan sekolah bersih narkoba (bersinar). Deklarasi Sekolah Bersinar tersebut dilaksanakan di SDN Gudang 2 Cikalongkulon bersamaan dengan pelaksanaan program “NGABASO” (Ngabring Ka Sakola)  oleh Plt. Bupati Cianjur (24/10).Kegiatan ini merupakan langkah nyata yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan Koordinator Pendidikan Cikalongkulon dan Kepala Sekolah SDN Gudang 2 Cikalongkulon dalam melaksanakan pencegahan, rehabilitasi dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba di lingkungan pendidikan demi mewujudkan Sekolah Bersih Narkoba.Dalam kegiatan tersebut juga dilaksanakan kegiatan pelantikan dokter kecil dan Duta Stuntting oleh Puskesmas Cikalongkulon, bersih-bersih telinga dan penyuluhan kepada orangtua murid  oleh Komda PGPKT Kabupaten Cianjur, sosialisasi sekolah bersih narkoba oleh BNNK Cianjur dan penandatanganan komitmen generasi sehat bersih narkoba se-Kecamatan Cikalongkulon.Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN Kabupaten Cianjur menyampaikan  Peredaran narkoba di Kabupaten Cianjur sudah merambah sampai ke pelosok desa dan bahkan sudah masuk sampai di lingkungan pendidikan tingkat dasar.“Sejatinya narkoba adalah musuh bangsa dan anak-anak SD merupakan aset negara yang harus kita jaga karena mereka adalah calon pemimpin-pemimpin bangsa. Perlu adanya komitmen dan peran aktif dari semua pihak di Kecamatan Cikalongkulon untuk bekerja sama menjaga anak-anak/pelajar agar terhindar dari penyalahgunaan narkoba dalam ruang lingkup sekolah bersih narkoba di kabupaten cianjur, untuk menciptakan cianjur lebih maju, agamis tanpa narkoba”, ungkap Dr. Basuki,, SH., MH.Kepala SDN Gudang 2 Cikalongkulon, Asep Solihin, S.Pd, MM. memberikan apresisasi kepada semua pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Semoga dengan terlaksanannya kegiatan ini, harapan kami generasi muda Kecamatan Cikalongkulon bisa menjadi generasi yang unggul, sehat dan bersih dari narkoba.Plt Bupati Cianjur, H. Herman Suherman, ST., M.AP berpesan kepada para siswa dan siswi untuk memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya untuk belajar supaya prestasi yang terbaik dan apa yang di cita-citakannya dapat tercapai.”Peran Orang tua dan guru sangat penting untuk menjadikan anak yang berprestasi, Jadilah anak kebanggaan keluarga dan lingkungan masyarakat yang senantiasa hormat pada orang tua, guru dan bersih dari narkoba Maka dari itu mulai hari ini kita perlu meningkatkan generasi penerus untuk Pemimpin Cianjur untuk semangat dan giat dalam belajar“, ujar Plt. Bupati Cianjur.Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur. Ketua Dewan Pendidikan Kab. Cianjur, Kabid Rehabilitasi Sosial DinsosKab. Cianjur, Camat Cikalongkulon, Forkopim Kecamatan Cikalongkulon, Kepala Desa se-Kecamatan Cikalongkulon, Kepala Sekolah 50 Sekolah Dasar Kecamatan Cikalongkulon, dr. Budi Bachtiar (Kepala UPTD Puskesmas. Cikalongkulon, Cianjur), dan seluruh siswa/i SDN Gudang 2 Cikalongkulon Kabupaten Cianjur.


Selasa, 2 April 2019

APEL BERSAMA DAN PENANDATANGANAN PERJANJIAN KERJA SAMA ANTARA BNNK CIANJUR DAN LAPAS KELAS II B CIANJUR

  cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR - Dalam rangka menciptakan Lembaga Pemasyarakatan BERSIH Narkoba, BNN Kabupaten Cianjur menjalin kerjasama dengan Lapas Kelas II B Cianjur. Kerjasama ini dituangkan melalui langkah konkret yaitu Apel bersama dalam rangka “Satu Tekad Memberantas Narkoba di dalam Lapas Kelas II B Cianjur” dan Penandatangan Perjanjian Kerja Sama yang ditandatangani oleh Dr. Basuki, SH., MH. selaku Kepala BNNK Cianjur dan Gumilar Budirahayu, A.Md.IP., SH., MM. selaku Kepala Lapas Kelas II B Cianjur.  Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapas Kelas II B Cianjur, di Jl. Aria Cikondang, No.75, Kel. Sayang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Selasa (02/04/19).Kegiatan Apel bersama ini dihadiri oleh pejabat struktural beserta staff BNNK Cianjur dan seluruh pegawai Lapas Kelas II B Cianjur. Dalam kegiatan tersebut, Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) juga membacakan Komitmen Anti Narkoba yang diikuti oleh semua WBP, sehingga untuk kedepan diharapkan WBP tersebut dapat turut aktif dalam pencegahan dan pemberantasan Narkoba di dalam Lapas Kelas II B Cianjur.AKBP Dr. Basuki, SH., MH. menyatakan bahwa Lapas bukanlah “titik”, melainkan “koma”, yang berarti warga binaan pemasyarakatan di dalam Lapas masih mempunyai masa depan yang jauh lebih baik, di dalam Lapas ini lah kalian dapat menginterospeksi diri dan belajar menjadi insan yang lebih baik lagi. Jangan ada kata putus asa untuk menjadi orang baik.“Kami akan mengirimkan dokter dan petugas rehabilitasi untuk memberikan layanan rehabilitasi rawat jalan bagi WBP yang merupakan pecandu atau korban penyalahgunaan narkoba. Sehingga usai menjalani pembinaan di dalam Lapas Kelas II B Cianjur, WBP dapat kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi yang pulih dan produktif, sama seperti masyarakat lainnya”, ujar Dr. Basuki.Kepala BNNK Cianjur berharap penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini dapat memperkuat koordinasi antara BNNK Cianjur  dengan Lapas Kelas II B Cianjur.“Kami sangat mendukung kegiatan ini, karena kita sama-sama menyatukan persepsi dan satu tekad untuk memberantas Narkoba di dalam Lapas. Semoga dengan adanya PKS ini, sinergitas antara Lapas Kelas II B Cianjur dan BNNK Cianjur menjadi semakin baik dan kuat,” ujar Gumilar Budirahayu, A.Md.IP., SH., MM.


Senin, 22 Juli 2019

SINERGITAS BNNK CIANJUR, PEMKAB CIANJUR, TNI DAN POLRI DALAM PERCEPATAN PELAKSANAAN DESA/KELURAHAN BERSIH NARKOBA

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat, Brigjen Pol. Drs Sufyan Syarif, MH. mengantisipasi bahaya narkoba dengan meningkatkan peran Kepala Desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada di desa untuk melawan segala jenis upaya pelemahan terhadap masyarakat desa termasuk bahaya narkoba yang sudah masuk ke pelosok pedesaan.“saat ini bahaya narkotika merupakan ancaman dunia dari masa ke masa, dan Jawa Barat khususnya Kabupaten Cianjur adalah sasaran bagi para bandar dan jaringan narkoba. Bagaimana cara membuat satu perlawanan terhadap bahaya laten narkoba ini, yaitu dengan membuat sistem dan strategi yang sudah menjadi budaya kearifan lokal yaitu Kepala Desa, Bhabinkamtibmas, Babinsa dan tokoh masyarakat," ujarnya dalam rapat koordinasi dengan para Kapolsek, Danramil, dan Camat se-Cianjur di Grand Bydiel, Senin (22/7/2019).Menurutnya, saat ini narkotika berkembang sesuai perkembangan teknologi dan imajinasi para pemakai sehingga banyak perubahan bentuk yang sifatnya ilegal."Di Indonesia bisnis ini berkembang dan memutar dana puluhan triliun yang menjadi bisnis haram. Di Jawa Barat, BNN sudah menangani 10 ribu kasus narkotika dan hasilnya sekitar 70 persen mendominasi rumah tahanan di semua pelosok Jawa Barat. Kami mendata saat ini di Jabar ada 800 Ribu pengguna yang terdata, yang tak lapor bisa tiga kali lipat. Dan di indonesia, saat ini ada 74 narkoba jenis baru yang beredar. Pemerintah pusat dan provinsi sudah melakukan tindakan preventif di antaranya Puskesmas wajib melayani pasien narkoba, ASN wajib tes urine, dan saat ini pencanangan desa bersih narkoba" imbuhnya.Kepala BNNK Cianjur, AKBP Dr. H. Basuki, SH., MH. dalam laporannya mengatakan, bahwa pada bulan Oktober nanti akan diadakannya pelatihan dan asistensi bagi dokter dan perawat yang bertugas di puskesmas se-Kabupaten Cianjur guna meningkatkan kompetensi para tenaga medis dalam pelaksanaan rehabilitasi di seluruh puskesmas yang berada di Kabupaten Cianjur."Untuk program desa bersinar kami sudah siapkan modul sosialisasi pencegahan, buku saku, dan flashdisk untuk menunjang kegiatan preventif di lingkungan masyarakat desa. setelah pertemuan ini saya berharap terbentuk forum koordinasi anti narkoba di kecamatan yang akan membentuk relawan bertugas sebagai inisiator dan fasilitator," imbuhnya.Sekda Pemerintah Kabupaten Cianjur, Aban Sobandi. SH., MM., mengatakan, Cianjur sudah menjadi tujuan penyebaran narkoba, tak hanya orang dewasa tapi juga anak-anak. Pihaknya menegaskan untuk perang terhadap narkoba dengan mendukung program Desa Bersinar di Kabupaten Cianjur."Kami akan terus berkoordinasi memberantas narkoba agar terbentuk sinergitas antara Pemkab Cianjur, BNN, TNI dan Polri. Kami juga akan menindaklanjuti dengan menghadirkan aparat kecamatan, setelah ini akan dilaksanakan deklarasi desa bersinar oleh 360 kepala desa, pada pertengahan bulan Agustus nanti" katanya.Wakapolres Cianjur, Kompol. Jaka Mulyana, S.IK., M.IK. mengatakan, pihaknya selama ini sudah bekerja keras, penindakan telah dilakukan dan hasilnya mempersempit ruang lingkup pelaku."Kerja sama dan sinkronisasi, kami siap mendukung tenaga untuk mewujudkan desa bersih narkoba," ujarnya.Dandim 0608 Cianjur, Letkol. Inf. Rendra Dwi Ardhani, S.E. mengatakan payung hukum tentang narkoba sudah jelas, namun harus dipernharui karena jenis dan modusnya pun sudah mulai berkembang."Apabila ada anggota kami yang menyalahgunakan narkoba, silahkan langsung lapor ke saya, saya akan menindak tegas kepada prajurit TNI yang menyalahgunakan narkoba. Akan saya ajukan langsung pemecatan dalam waktu kurang dari satu minggu bagi prajurit TNI yang menyalahgunakan narkoba, Kami tidak mengenal proses rehabilitasi bagi prajurit yang menjadi pecandu narkoba. Saya juga akan ajukan hukuman mati apabila anggota kami ada keterlibatan masuk ke dalam jaringan narkoba. Ancaman terbesar bangsa ini yaitu narkoba, oplosan langsung kami sikat dan musnahkan di tempat demi terwujudnya masyarakat Cianjur lebih maju, agamis, tanpa narkoba," pungkas Dandim 0608 Cianjur. 


Sabtu, 27 Juli 2019

BNNK CIANJUR & IDI CABANG CIANJUR BENTENGI GENERASI MILENIAL DENGAN SEMINAR P4GN

cianjurkab.bnn.go.id ; CIANJUR – Guna mengedukasi mahasiswa terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba, BNN Kabupaten Cianjur bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Cianjur dan Universitas Suryakancana mengadakan Seminar Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) dengan tema “Milenial Sehat Tanpa Narkoba Menuju Indonesia Emas” yang dilaksanakan pada hari Sabtu (27/07/19) di Auditorium, Universitas Suryakancana.Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Suryakancana, Prof. Dr. H. Dwidja Priyatno, SH., MH. S.pN. Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh 100 perwakilan mahasiswa/i dan dosen berbagai jurusan dari Universitas Suryakancana (UNSUR) dan Universitas Putra Indonesia (UNPI).“Generasi milenial, khususnya para mahasiswa merupakan bonus demografi yang nantinya menjadi harapan bangsa di era globalisasi ini. Untuk itu harus dibekali pemahaman yang cukup agar terhindar dari salah satu bahaya terbesar bangsa yaitu narkoba.” Tutur Rektor.Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jawa Barat, Drs. Anas Saepudin, M.Si, hadir sebagai narasumber dalam seminar tersebut, menjelaskan bahwa BNN ingin mengajak generasi penerus bangsa untuk membangun diri dengan ilmu dan kegiatan yang bermanfaat dan berani mengatakan tidak kepada narkoba dan segala zat adiktif lainnya.“Ada 739 New Psychoactive Substances (NPS) yang beredar di dunia, 77 NPS diantaranya narkotika jenis baru yang beredar di Indonesia, 6 diantaranya belum masuk ke dalam lampiran Permenkes tentang perubahan penggolongan narkotika. Maka dari itu mahasiswa sebagai generasi milenial harus mampu membentengi diri kalian dan lingkungan sekitar termasuk lingkungan kampus dengan edukasi terkait bahaya narkoba”, tutur Anas.dr. Rama Giovani, Sp.KJ sebagai pemateri yang kedua memaparkan materi terkait “Prevention, Risk & Treatment On Substance Use Disorder”. Dalam paparannya, dr. Rama menjelaskan bahwa Narkoba memiliki dampak yang sangat berbahaya bagi otak manusia bahkan hingga menyebabkan kematian.“Kalian sebagai generasi muda harus tahu tentang kesehatan mental, karena berbagai permasalahan biasanya muncul dan mengganggu kesehatan mental kita. Banyak orang yang setelah mengkonsumsi Narkoba, terjadi dampak buruk terhadap tubuhnya yang merusak kesehatan mental seseorang, mulai dari dari daya pengelihatan yang salah (disorientasi ruang dan waktu), kegelisahan akut, paranoid, kecanduan, perilaku aneh, tidak menentu dan kadang kasar, halusinasi, depresi, sakau, bahkan bisa menyebabkan penggunanya meninggal”, Imbuh dr. Rama.Antusiasme peserta seminar tampak dari banyaknya mahasiswa yang mau menyampaikan pertanyaan kepada kedua narasumber, pada sesi diskusi yang dimoderatori oleh dokter dari IDI Cabang Cianjur, dr. M. Rabbani Rivai. Melihat tingginya antusiasme dari mahasiswa itu, Kabid Rehabilitasi BNNP Jabar juga tampak bersemangat dan memberikan apresiasi kepada para mahasiswa UNSUR dan UNPI yang menyambut baik kegiatan diseminasi dan sosialisasi P4GN ini. 


Kamis, 18 Juli 2019

TRYPTAMINE

Senyawa tryptamine yang lebih dahulu beredar adalah golongan halusinogen yang terdapat pada jenis jamur dan beberapa hewan. Jamur psilosibin merupakan jenis tryptamine dari sumber tanaman yang populer pada tahun 1950-an kemudian selanjutnya berkembang turunan tryptamine yang sintetik diantaranya adalah dimethyltryptamine atau populer dengan nama DMT. Tahun 1997 setelah Alexander Shulgin mempublikasikan bukunya yang berjudul TIHKAL (tryptamine, i have known and i love it) yang mempublikasikan senyawa tryptamine, perkembangannya semakin pesat sehingga saat ini banyak jenis yang berkembang diantaranya 5-MeO DMT, 5-MeO-DPT, AMT, 4-AcO-DMT dan 4-AcODiPT, etryptamine dan DET.Perkembangan NPS jenis tryptamine di Indonesia yaitu dalam campuran tablet ekstasi yaitu alpha methyltryptamine dan 5-MeO-MIPT dan untuk alpha methyltryptamine umumnya terdapat pada tablet ekstasi yang mengandung methylone.Efek yang dilaporkan terhadap penggunaan jenis ini adalah efek halusinogen dan toksisitas yang berakhir dengan kematian.[caption id="attachment_613" align="alignnone" width="300"] Gambar 1. Tablet ekstasi mengandung 5-MeO-MIPT[/caption] [caption id="attachment_614" align="alignnone" width="300"] Gambar 2. Tablet ekstasi mengandung alpha- methyltryptamine[/caption]Referensi

  1. Bryan L. Roth, 5-Hydroxytryptamine 2 -Family Receptors (5-Hydroxytryptamine 2A, 5-Hydroxytryptamine 2B, 5-Hydroxytryptamine 2C): Where Structure Meets Function, Pharmacol. Ther.79, (1998), 231–257
  2. Einosuke, T., et.al.,“A fatal poisoning with 5-methoxy-N, N-diisopropyltryptamine, Foxy”, Forensic Science International163 (2006): 152–154
  3. Skelerov, J., et al, A fatal Intoxication Following the Ingestion of 5-Methoxy-N,N-Dimethyltryptamine in an Ayahuasca Preparation, Journal of Analytical Toxicology, 29 (2005),838-841


Kamis, 18 Juli 2019

PLANT BASED-SUBSTANCES – SALVIA DIVINORUM

Salvia divinorum (famili mint Lamiaceae) adalah tanaman psikoaktif yang ditemukan di kawasan hutan Oxaca, Meksiko. Tanaman ini secara tradisional digunakan oleh orang Indian Mazatec untuk ritual-ritual keagamaan dan sekaligus untuk tanaman obat walaupun belum ada perijinan Salvia divinorum atau bahan aktif salvinorin A untuk dijadikan obat. Senyawa aktif Salvinorin A (Neoclerodane diterpen) adalah senyawa aktif yang memberikan efek psikoaktif dari tanaman ini. Konsentrasi salvinorin A di daun salvia divinorumbervariasi dan tergantung pada tahap perkembangan tanaman dan jenis persiapannya.Baik salvia divinorum maupun salvinorin A berada di bawah pengawasan internasional. Namun, karena meningkatnya penggunaan tanaman ini sebagai senyawa NPS, maka tanaman dan senyawa salvinorin A sudah masuk regulasi di beberapa negara.Tanaman Salvia divinorum tidak tumbuh di Indonesia dan belum pernah ditemukan kasus tentang penyalahgunaan terhadap tanaman ini. Tanaman ini tumbuh di daerah yang beriklim tropis serta didalam hutan yang berkabut namun dapat bertahan hidup pada daerah subtropik yang memiliki 4 musim yaitu Musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Berikut adalah gambar tanaman Salvia divinorum:[caption id="attachment_611" align="alignnone" width="300"] Gambar : Tanaman Salvia divinorum[/caption]Sebutan lain untuk tanaman Salvia divinorum antara lain 'Maria Pastora', 'Sage dari Pelihat', 'Diviner Sage', 'Salvia', 'Sally-D', 'Magic Mint', 'Purple Sticky', 'Shepherdess in Herb'. Salvia divinorum biasanya dijual sebagai bibit atau daun, namuin ekstrak cair konon mengandung salvinorin A (dikenal sebagai ‘the fresh-man selection’ atau 'starter pack'). Namun pernah ditemukan produk mengandung salvia ddaivinorum dengan konten yang berbeda dengan yang tertulis pada label produk. Senyawa lain yang terkandung dalam produk ini antara lain Vitamin E dan kafein. Salvia divinorum dikonsumsi dengan cara mengunyah daun segar atau daun segar ditumbuk dan direndam dengan air kemudian diminum. Namun dilaporkan pengguna menghirup uap ekstrak salvinorin A, atau menghisap daun kering dari tanaman ini. Menghisap daun kering dapat menghasilkan halusinasi singkat namun intens. Penelitian pada hewan menunjukkan tanaman Salvia divinorum memiliki toksisitas rendah. Sejauh ini, belum ada laporan tentang korban jiwa dari penggunaan Salvia divinorum.Pustaka[1] Dhaifalah I. and Santavy J., ‘Khat habit and its health effect. A natural amphetamine’, Biomedical Papers, 2004, 148, 11-5[2] Babu, K.M., McCurdy, C.R. and Boyer, E.W., ‘Opioid receptors and legal highs: Salvia divinorum and Kratom’, Clinical Toxicology (Philadelphia), 2008, 46 (2), 146-52[3] P. Kalix, “ Khat : A Plant with Amphetamine Effects, “ Journal of Substance Abuse Treatment, Vol. %, No. #, 1988, pp. 163-169


Kamis, 18 Juli 2019

PLANT BASED-SUBSTANCES – KRATOM

Kratom mempunyai nama latin Mitragyna speciosa. Mitragyna speciosa (dari keluarga Rubiaceae) merupakan pohon besar yang biasa hidup di daerah tropis dan sub - tropis di Asia Tenggara . Di Thailand, pohon yang dikenal sebagai Kratom ditemukan di seluruh area di Thailand tetapi terutama di wilayah selatan, meskipun menanam dan memanen dilarang. Kratom memiliki beberapa sebutan antara lain : ‘thang' , 'kakuam' , ' thom' , 'ketum ' dan 'biak' .Kratom ditemukan di Indonesia pada tahun 2013 tetapi sudah dalam bentuk serbuk berwarna hijau yang dihasilkan dari tumbuhan kratom atau kratom kering. Laboratorium BNN beberapa kali menerima dan menganalisis sampel serbuk berwarna hijau yang mengandung senyawa mitragynine. Berikut adalah gambar tanaman kratom dan kratom dalam bentuk serbuk warna hijau:[caption id="attachment_609" align="alignnone" width="300"] Gambar : Tanaman Kratom(kiri), serbuk warna hijau kratom(tengah),
sampel serbuk kratomyang dianalisis oleh Laboratorium BNN[/caption]Kratom mengandung banyak alkaloid termasuk mitragynine , mitraphylline , dan 7-hydroxymitragynine. Secara tradisional, kratom telah digunakan di Malaysia dan Thailand oleh buruh dan petani untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga sebagai pengganti opium dan obat tradisional, diduga karena memiliki efek farmakologis seperti morfin.Pada awal tahun 2000-an, produk berlabel 'kratom asetat' atau 'mitragynine asetat' beredar di Eropa, meskipun ditemukan bahwa tak satu pun dari senyawa tersebut yang mengandung mitragynine. Baru-baru ini, produk yang mengandung kratom telah dijual sebagai 'dupa' untuk efek psikoaktif, tetapi konsentrasi aktif komponen mitragynine dan 7-hydroxymitragynine dalam produk ini berbeda tergantung pada berbagai tanaman yang digunakan, lingkungan dan waktu panen.Survei internet yang dilakukan oleh EMCDDA pada tahun 2008 dan 2011 mengungkapkan bahwa kratom merupakan salah satu NPS yang paling banyak diperdagangkan. Namun karena kratom sering tidak dipantau dalam survei penyalahgunaan narkoba, maka hanya terdapat sedikit informasi tentang prevalensi penggunaannya.Cara mengkonsumsi daun kratom biasanya dikunyah dalam bentuk segar ataupun dijadikan serbuk untuk diseduh menjadi teh. Meskipun meningkatnya penggunaan senyawa ini, literatur ilmiah tentang efek dan toksisitas kratom masih sangat langka. Kratom adalah stimulan sistem saraf pusat, yang mengandung lebih dari 40 alkaloid yang telah diisolasi. Dalam dosis rendah dilaporkan memiliki efek stimulan (digunakan untuk memerangi kelelahan selama jam kerja yang panjang), sementara pada dosis tinggi dapat memiliki efek sedatif - narkotika. Pada tahun 1921, alkaloid utama mitragynine pertama kali diisolasi dalam tanaman ini. Mitragynine memiliki aktivitas atletik opioid dan turunannya 7 - hydroxymitragynine ( 7 - OH - mitragynine ) menjadi lebih kuat dari mitragynine atau morfin.


Kamis, 18 Juli 2019

PLANT BASED-SUBSTANCES – KHAT

Tanaman khat sudah lama tumbuh subur di Indonesia yaitu dikawasan dingin cisarua bogor jawa barat. Tanaman Khat ( Catha edulis) termasuk famili celastraceae yang merupakan tanaman asli Afrika dan Semenanjung Arab. Asal mula tanaman ini dibawa dari Yaman ( Timur Tengah) dan tumbuh subur diladang cisarua sejak tahun 2005. Masyarakat sekitar cisarua menanam tanaman khat dipekarangan rumahnya karena diyakini dapat menjadi obat kuat atau peningkat vitalitas. Selain itu juga ada yang membudidayakannya untuk dijual kepada turis timur tengah yang dengan dengan harga tinggi. Daun khat sangat terkenal sebagai teh arab di Indonesia.Tanaman ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat setelah kasus methylone tahun 2013 kemudian berlanjut pada temuan ladang tanaman khat. Badan Narkotika Nasional menemukan ladang tanaman khat yang berada di puncak Bogor. Ada 2 lokasi ladang yang ditemukan, pertama berada di pekarangan Villa Ever Green, Tugu Utara, Cisarua, Bogor. Sementara yang kedua berada di area kebun dekat Villa Okem, tidak jauh dari Sungai Desa Ciburial. Kedua lokasi berjarak kurang lebih 1 km. Tipe tanaman khat ada 2 yaitu khat merah dan khat hijau. Berikut adalah gambar daun khat merah dan daun khat hijau :[caption id="attachment_605" align="alignnone" width="216"] Gambar 2. Tanaman Khat Hijau[/caption] [caption id="attachment_606" align="alignnone" width="243"] Gambar 1. Tanaman Khat Merah[/caption]Kandungan kimia Catha edulis adalah katinon yang merupakan senyawa alkaloid yang merupakan komponen terbesar pada tanaman ini. Struktur dan profil farmakologi senyawa ini mirip dengan amfetamin sintetik. Selain mengandung senyawa bioaktif lainnya seperti tannin, asam askorbat, phenilalkilamin, alkaloid cathine, flavonoid dan triterpenoid.Mengunyah Khat untuk mendapatkan efek psikoaktif adalah kebiasaan sosial di masyarakat yang tinggal di daerah-daerah ini. Daun khat dikonsumsi segera setelah panen dan daun yang fresh (segar) merupakan tipe daun yang disukai karena pada daun segar kandungan katinona belum terdegradasi menjadi katina yang dapat mengurangi efek psikoaktifnya. Namun daun yang sudah kering ('Graba') juga memungkinkan dikonsumsi. Daun pucuk segarnya sering dikonsumsi baik langsung di kunyah maupun diseduh seperti teh.Tanaman khat mempunyai beberapa nama. Diluar negeri disebut 'qa' , 'gat' , 'chatting' , ' miraa' , ' murungu ' dan ' Arab atau teh Abyssinian'. Di Indonesia tanaman ini popular dengan sebutan teh arab.[caption id="attachment_607" align="alignnone" width="300"] Gambar 3. Data dan Fakta Tanaman Khat[/caption]Ketika mengunyah daun khat diperkirakan terjadi penyerapan senyawa aktif yang setara dengan sekitar 5 mg amfetamina. Efek farmakologis yang terjadi antara lain kewaspadaan, euforia, hipertermia, anoreksia, denyut jantung dan tekanan darah. Kematian yang dikaitkan dengan konsumsi tunggal khat belum dilaporkan. Namun, penggunaan jangka panjang dari khat dikaitkan dengan efek samping yaitu gangguan kejiwaan (psikosis depresi), kerusakan organ utama tubuh, serta gangguan neurologis mirip dengan pengguna amfetamina dan kokain.


Kamis, 18 Juli 2019

SYNTHETIC PHENETHYLAMINE

Synthetic phenethylamine merupakan senyawa yang memiliki struktur utama phenyl dan amine atau yang lebih dahulu dikenal adalah golongan ATS (amphetamine type stimulant). Contoh zat ATS yang lebih dahulu berkembang adalah golongan sabu seperti amphetamine dan methamphetamine dan golongan ekstasi seperti MDMA, MDA, MDEA dan lain-lain. Zat ini dalam perkembangannya ternyata banyak menghasilkan variasi produk lainnya dengan tujuan memiliki efek yang sama yaitu stimulan dan halusinogen diantaranya adalah seri 2C seperti 2-CB, 2-CC, kemudian D-seri seperti DOC, DOB dan lain-lain seperti PMMA dan seri NBOMe.[caption id="attachment_599" align="alignnone" width="300"] Gambar 1. Struktur Utama Phenethylamine[/caption]Perkembangan synthetic phenethylamine di dunia pertama kali ketika seorang pharmacologist yang bernama Alexander Theodore “Sasha” Shulgin mulai memperkenalkan MDMA pada klinik terapi psikologis dan melakukan sintesa metode baru untuk MDMA. MDMA sendiri sebenarnya sudah lama disintesa pada tahun 1912, namun belum pernah dilakukan uji coba pada manusia. Sashalah yang pertama kali memeperkenalkan MDMA di klinik-klinik terapi psikologis. Kemudian synthetic phenethylamine ini mulai pesat perkembangannya ketika Sasha melakukan riset tentang phenethylamines dan mempublikasikan bukunya yang bernama PIHKAL (phenethylamine, i have known and i love it) pada tahun 1991, termasuk di dalamnya adalah senyawa 2-C series dan DO-family.Perkembangan selanjutnya adalah riset phenethylamine mengenai kelompok halusinogen yaitu 2-CB dan DOB yang memiliki kemiripan efek dengan golongan mescaline yaitu senyawa benzodifuranyl yang dikenal dengan FLY (tetrahydrobenzodifuranyl) dan dragonfly (benzodifuranyl aminoalkanes).Kemudian yang berkembang selanjutnya dalah PMMA yang merupakan perkembangan dari PMA dalam bentuk tablet ekstasi. Kasus PMMA di Indonesia pertama kali trejadi di tahun 2012 yaitu kiriman tablet ekstasi yang diselundupkan dalam container melalui pelabuhan Tanjung Priok yang merupakan kasus NPS dengan jumlah sitaan paling besar yaitu 1,3 juta butir tablet ekstasi. Tablet ekstasi tersebut memiliki dua kandungan utama yaitu MDMA dan PMMA sehingga penggunaan lebih dari satu senyawa phenethylamine berpotensi mengakibatkan efek ganda halusinogen dan toksisitas yang membahayakan bagi kesehatan tubuh.Kasus phenethylamine lainnya di Indonesia adalah temuan sampel berbentuk kertas perangko yang bergambar warna-warni pada tahun 2013. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan bahwa kandungan kertas tersebut mengandung senyawa NBOMe- series. Selanjutnya adalah temuan kertas yang mengandung DOC yang sering disebut di media sebagai CC4. Penyalahgunaan kertas tersebut berpotensi membahayakan karena dosisnya yang cukup kecil namun sudah mengakibatkan gejala toksisitas.[caption id="attachment_600" align="alignnone" width="300"] Gambar 1. Tablet ekstasi mengandung 2-CB[/caption] [caption id="attachment_601" align="alignnone" width="300"] Gambar 2. Tablet ekstasi mengandung PMMA[/caption] [caption id="attachment_602" align="alignnone" width="300"] 3. kertas mengandung 25B-BOMe[/caption] [caption id="attachment_603" align="alignnone" width="300"] Gambar 4. Kertas mengandung 25C-NBOMe[/caption]Golongan phenethylamine selain berefek stimulan dan euphoria, efek lain yang dihasilkan adalah halusinogen. Selain itu efek yang sering dilaporkan adalah kram jantung dan toksisitas yang berlanjut dengan kematian. Referensi

  1. Bauer, A., et alFatality after intake of methylone, MDMA and amphetamine: a case report. (2013). Toxichem Krimtech, 80:343.
  2. Gomez-Jeria, Juan S. & Robles-Navarro, A. A Note on the Docking of some Hallucinogens to the 5-HT2A Receptor. (2015). 5(1): 45-57.
  3. Kyriakou,C., et al, NBOMe: new potent hallucinogens-pharmacology, analytical methods, toxicities, fatalities: a review.(2015).European Review for Medical and Pharmacological sciences. 19: 3270-3281.
  4. Sys Stybe Johansen., et al. Three fatal cases of PMA and PMMA poisoning in Denmark. (2003). Journal of Analytical Toxicology. 27:253-256
 


Kamis, 18 Juli 2019

TRYPTAMINE

Senyawa tryptamine yang lebih dahulu beredar adalah golongan halusinogen yang terdapat pada jenis jamur dan beberapa hewan. Jamur psilosibin merupakan jenis tryptamine dari sumber tanaman yang populer pada tahun 1950-an kemudian selanjutnya berkembang turunan tryptamine yang sintetik diantaranya adalah dimethyltryptamine atau populer dengan nama DMT. Tahun 1997 setelah Alexander Shulgin mempublikasikan bukunya yang berjudul TIHKAL (tryptamine, i have known and i love it) yang mempublikasikan senyawa tryptamine, perkembangannya semakin pesat sehingga saat ini banyak jenis yang berkembang diantaranya 5-MeO DMT, 5-MeO-DPT, AMT, 4-AcO-DMT dan 4-AcODiPT, etryptamine dan DET.Perkembangan NPS jenis tryptamine di Indonesia yaitu dalam campuran tablet ekstasi yaitu alpha methyltryptamine dan 5-MeO-MIPT dan untuk alpha methyltryptamine umumnya terdapat pada tablet ekstasi yang mengandung methylone.Efek yang dilaporkan terhadap penggunaan jenis ini adalah efek halusinogen dan toksisitas yang berakhir dengan kematian.[caption id="attachment_613" align="alignnone" width="300"] Gambar 1. Tablet ekstasi mengandung 5-MeO-MIPT[/caption] [caption id="attachment_614" align="alignnone" width="300"] Gambar 2. Tablet ekstasi mengandung alpha- methyltryptamine[/caption]Referensi

  1. Bryan L. Roth, 5-Hydroxytryptamine 2 -Family Receptors (5-Hydroxytryptamine 2A, 5-Hydroxytryptamine 2B, 5-Hydroxytryptamine 2C): Where Structure Meets Function, Pharmacol. Ther.79, (1998), 231–257
  2. Einosuke, T., et.al.,“A fatal poisoning with 5-methoxy-N, N-diisopropyltryptamine, Foxy”, Forensic Science International163 (2006): 152–154
  3. Skelerov, J., et al, A fatal Intoxication Following the Ingestion of 5-Methoxy-N,N-Dimethyltryptamine in an Ayahuasca Preparation, Journal of Analytical Toxicology, 29 (2005),838-841


Kamis, 18 Juli 2019

SYNTHETIC CATHINONE

Pada awal Januari 2013, media ramai memberitakan tentang temuan kapsul yang mengandung kristal warna putih yang setelah diperiksa oleh Laboratorium Badan Narkotika Nasional dinyatakan barang bukti tersebut mengandung senyawa methylon yang merupakan senyawa Synthetic Cathinone.Lalu apa itu Cathinone, Synthetic Cathinone dan senyawa turunan Cathinone?Cathinone sebenarnya merupakan senyawa alkaloid yang terdapat dalam tanaman khususnya daun khat (Catha edulis). Tanaman khat pertama kali ditemukan di Yaman abad 18 oleh seorang ahli Botani Peter Forskal dan dikenal dibeberapa negara di Afrika dan Semenanjung Arab, Timur tengah dengan kandungan lain selain cathinone yaitu norpseudoephedrine dan cathine. Di Indonesia tanaman khat ini banyak ditemukan di sekitar wilayah Cisarua, Bogor. Daun ini konon dipercaya oleh masyarakat setempat dapat memberikan efek stimulan dan meningkatkan vitalitas. Daun kahat dapat dikonsumsi dengan cara mengunyah langsung daun segar ataupun dikeringkan dan diseduh sebagai teh, oleh karena itu seringkali daun khat dikenal dengan nama “Teh Arab”. Cathinone dapat memberikan efek psikoaktif stimulan dan euforia seperti metamfetamina (sabu).[caption id="attachment_590" align="alignnone" width="264"] Gambar 1. Kristal mengandung methylone[/caption][caption id="attachment_589" align="alignnone" width="264"] Gambar 2. Kapsul berisikan kristal warna putih mengandung methylone[/caption]Sythetic Cathinone merupakan Cathinone sintetis merupakan golongan phenethylamines β-keto dan secara kimia mirip dengan amfetamina dan metamfetamina dan merupakan senyawa sintesis (hasil sintesis di laboratorium) yang peredarannya seringkali dicampur pada garam mandi yang disebut dengan “bath salts” dengan penampakan fisiknya berupa kristal (serbuk) dan seringkali juga dipasarkan dalam bentuk tablet. Synthetic cathinone sebenarnya sudah lama peredarannya yaitu Methcathinone, yang pertama kali disintetis pada tahun 1928 dan merupakan senyawa turunan cathinone yang pertama kali dilaporkan penyalahgunaannya pada awal tahun 1990, kemudian mulai berkembang pada senyawa lain yaitu Mephedrone yang merupakan senyawa synthetic cathinone yang paling banyak disalahgunakan di Eropa. sedangkan MDPV (3,4 methylendioxypyrovalerone) paling banyak disalahgunakan di Amerika Serikat. Methylone (3,4 methylendioxymethcathinone) merupakan senyawa synthetic cathinone yang cukup populer pada tahun 2010 sejak kemunculannya pada tahun 2010 yang secara kimia analog dengan MDMA (ecstasy).Methylone pertama kali disintesis tahun 1994 oleh seorang chemist Peyton Jacob III dan Alexander Shulgin yang dijual pertama kali dengan nama explosion di tahun 2004 dalam bentuk cairan semprot yang dikemas dalam botol kecil ukuran 5 cm namun sejak tahun 2005 keberadaannya mulai dilarang beredar.Senyawa synthetic cathinone memberikan efek stimulan seperti narkotika jenis kokain, MDMA (ecstasy) dan metamfetamina (sabu). Pada sistem saraf pusat senyawa synthetic cathinone berikatan langsung dengan reseptor adrenergik yang dapat menginduksi pelepasan neurotransmitter (senyawa yang menghantarkan sinyal di otak) seperti dopamin, norepinefrin, dan serotonin sehingga kadarnya meningkat di otak dan hal inilah yang menimbulkan efek stimulan (perangsang). Senyawa golongan synthetic cathinoneselain memberikan efek stimulan juga dapat menyebabkan adiksi yang kuat bagi penggunanya.Seperti halnya dengan senyawa NPS lainnya, penggunaan senyawa synthetic cathinone juga dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan antara lain pada sistem organ kardiovaskular menyebabkan hipertensi, tachycardia, pada sistem pernafasan menyebabkan sesak atau sulit nafas dan asidosis pada sistem pernafasan. Selain menyerang organ vital, secara psikis efek penggunaan synthetic cathinone dapat menyebabkan panik berlebih, paranoid, gangguan kognitif dan disorientasi ruang dan waktu.Peredaran synthetic cathinone di Indonesia biasanya ditemui dalam bentuk kristal, bentuk kristal juga ditemui mengandung senyawa ethylon turunan synthetic cathinone lainnya. Selain bentuk kristal, synthetic cathinone juga ditemui dalam bentuk tablet. Sampel tablet yang pernah diuji di Balai Laboratorium diantaranya mengandung senyawa MDPV (3,4 methylendioxypyrovalerone) dimana menurut beberapa peneliti dilaporkan bahwa senyawa MDPV (3,4 methylendioxypyrovalerone) memiliki efek stimulan 10 kali lipat lebih kuat dibandingkan dengan kokain.[caption id="attachment_592" align="alignnone" width="300"] Gambar 3. Tablet krem logo “nike” yang mengandung MDPV (3,4 Methylendioxypyrovalerone)[/caption][caption id="attachment_591" align="alignnone" width="300"] Gambar 4. Cairan warna biru dan coklat dalam kemasan yang mengandung 4-chloromethcathinone[/caption]   Modus terbaru peredaran synthetic cathinone adalah dalam bentuk cairan atau larutan berwarna didalam kemasan botol kecil berlabel yang disebut “Blue Safir”. Hasil analisis sampel tersebut oleh Balai Laboratorium BNN dinyatakan mengandung senyawa 4-chloro-methcathinone atau dikenal dengan nama clephedrone. Senyawa 4-chloro-methcathinone merupakan turunan methcathinone yang memiliki kemiripan sifat dengan metamfetamina (sabu). Di beberapa negara didunia seperti Cina, Jerman, dan Swedia telah mencantumkan senyawa 4-chloro-methcathinone kedalam daftar narkotika didalam regulasi mereka.Sebanyak 97 jenis senyawa synthetic cathinone telah dilaporkan oleh negara-negara didunia ke UNODC (United Nations Office on Drug and Crime) berdasarkan kasus yang terjadi di tiap negara sampai pada Juli 2015. Sejak awal tahun 2013 hingga sekarang, jenis senyawa synthetic cathinone yang beredar di Indonesia menurut data analisis Balai Laboratorium BNN antara lain methylon, ethylon, mephedron, pentedron, buphedrone, ethyl cathinone, 4-MEC, MDPV (3,4-methylendioxymethcathinone), 4-chloromethcathinone dan MPHP (4'-Methyl-α-pyrrolidinohexiophenone).[caption id="attachment_593" align="alignnone" width="300"] Gambar 5. Perbedaan struktur kimia MDMA yang analog dengan methylone
(perbedaan hanya pada gugus keton (yang diberikan garis putus-putus)[/caption] Referensi

  1. Baumann et alPowerful Cocaine-Like Actions of 3,4-methylendioxypyrovalerone (MDPV) a Principal Constituent of Psychoactive ‘Bath Salts’ Products. (2012). Neuropsychopharmacology, 38, 552-562.
  2. German C, e. a.(2014). Bath salts and synthetic cathinones: An emerging designer drug. Life Sci, 97, 2-8.
  3. Karila, L., & et al.(2015). Synthetic Cathinones: A New Public Health Problem. Current Neuropharmacology, 13, 12-20.
  4. (2015). Recommended methods for the Identification and Analysis of Synthetic Cathinones in Seized Materials. New York: United Nations.
 


Kamis, 18 Juli 2019

PLANT BASED-SUBSTANCES – KHAT

Tanaman khat sudah lama tumbuh subur di Indonesia yaitu dikawasan dingin cisarua bogor jawa barat. Tanaman Khat ( Catha edulis) termasuk famili celastraceae yang merupakan tanaman asli Afrika dan Semenanjung Arab. Asal mula tanaman ini dibawa dari Yaman ( Timur Tengah) dan tumbuh subur diladang cisarua sejak tahun 2005. Masyarakat sekitar cisarua menanam tanaman khat dipekarangan rumahnya karena diyakini dapat menjadi obat kuat atau peningkat vitalitas. Selain itu juga ada yang membudidayakannya untuk dijual kepada turis timur tengah yang dengan dengan harga tinggi. Daun khat sangat terkenal sebagai teh arab di Indonesia.Tanaman ini ramai diperbincangkan oleh masyarakat setelah kasus methylone tahun 2013 kemudian berlanjut pada temuan ladang tanaman khat. Badan Narkotika Nasional menemukan ladang tanaman khat yang berada di puncak Bogor. Ada 2 lokasi ladang yang ditemukan, pertama berada di pekarangan Villa Ever Green, Tugu Utara, Cisarua, Bogor. Sementara yang kedua berada di area kebun dekat Villa Okem, tidak jauh dari Sungai Desa Ciburial. Kedua lokasi berjarak kurang lebih 1 km. Tipe tanaman khat ada 2 yaitu khat merah dan khat hijau. Berikut adalah gambar daun khat merah dan daun khat hijau :[caption id="attachment_605" align="alignnone" width="216"] Gambar 2. Tanaman Khat Hijau[/caption] [caption id="attachment_606" align="alignnone" width="243"] Gambar 1. Tanaman Khat Merah[/caption]Kandungan kimia Catha edulis adalah katinon yang merupakan senyawa alkaloid yang merupakan komponen terbesar pada tanaman ini. Struktur dan profil farmakologi senyawa ini mirip dengan amfetamin sintetik. Selain mengandung senyawa bioaktif lainnya seperti tannin, asam askorbat, phenilalkilamin, alkaloid cathine, flavonoid dan triterpenoid.Mengunyah Khat untuk mendapatkan efek psikoaktif adalah kebiasaan sosial di masyarakat yang tinggal di daerah-daerah ini. Daun khat dikonsumsi segera setelah panen dan daun yang fresh (segar) merupakan tipe daun yang disukai karena pada daun segar kandungan katinona belum terdegradasi menjadi katina yang dapat mengurangi efek psikoaktifnya. Namun daun yang sudah kering ('Graba') juga memungkinkan dikonsumsi. Daun pucuk segarnya sering dikonsumsi baik langsung di kunyah maupun diseduh seperti teh.Tanaman khat mempunyai beberapa nama. Diluar negeri disebut 'qa' , 'gat' , 'chatting' , ' miraa' , ' murungu ' dan ' Arab atau teh Abyssinian'. Di Indonesia tanaman ini popular dengan sebutan teh arab.[caption id="attachment_607" align="alignnone" width="300"] Gambar 3. Data dan Fakta Tanaman Khat[/caption]Ketika mengunyah daun khat diperkirakan terjadi penyerapan senyawa aktif yang setara dengan sekitar 5 mg amfetamina. Efek farmakologis yang terjadi antara lain kewaspadaan, euforia, hipertermia, anoreksia, denyut jantung dan tekanan darah. Kematian yang dikaitkan dengan konsumsi tunggal khat belum dilaporkan. Namun, penggunaan jangka panjang dari khat dikaitkan dengan efek samping yaitu gangguan kejiwaan (psikosis depresi), kerusakan organ utama tubuh, serta gangguan neurologis mirip dengan pengguna amfetamina dan kokain.


Kamis, 18 Juli 2019

PLANT BASED-SUBSTANCES – SALVIA DIVINORUM

Salvia divinorum (famili mint Lamiaceae) adalah tanaman psikoaktif yang ditemukan di kawasan hutan Oxaca, Meksiko. Tanaman ini secara tradisional digunakan oleh orang Indian Mazatec untuk ritual-ritual keagamaan dan sekaligus untuk tanaman obat walaupun belum ada perijinan Salvia divinorum atau bahan aktif salvinorin A untuk dijadikan obat. Senyawa aktif Salvinorin A (Neoclerodane diterpen) adalah senyawa aktif yang memberikan efek psikoaktif dari tanaman ini. Konsentrasi salvinorin A di daun salvia divinorumbervariasi dan tergantung pada tahap perkembangan tanaman dan jenis persiapannya.Baik salvia divinorum maupun salvinorin A berada di bawah pengawasan internasional. Namun, karena meningkatnya penggunaan tanaman ini sebagai senyawa NPS, maka tanaman dan senyawa salvinorin A sudah masuk regulasi di beberapa negara.Tanaman Salvia divinorum tidak tumbuh di Indonesia dan belum pernah ditemukan kasus tentang penyalahgunaan terhadap tanaman ini. Tanaman ini tumbuh di daerah yang beriklim tropis serta didalam hutan yang berkabut namun dapat bertahan hidup pada daerah subtropik yang memiliki 4 musim yaitu Musim semi, musim panas, musim gugur dan musim dingin. Berikut adalah gambar tanaman Salvia divinorum:[caption id="attachment_611" align="alignnone" width="300"] Gambar : Tanaman Salvia divinorum[/caption]Sebutan lain untuk tanaman Salvia divinorum antara lain 'Maria Pastora', 'Sage dari Pelihat', 'Diviner Sage', 'Salvia', 'Sally-D', 'Magic Mint', 'Purple Sticky', 'Shepherdess in Herb'. Salvia divinorum biasanya dijual sebagai bibit atau daun, namuin ekstrak cair konon mengandung salvinorin A (dikenal sebagai ‘the fresh-man selection’ atau 'starter pack'). Namun pernah ditemukan produk mengandung salvia ddaivinorum dengan konten yang berbeda dengan yang tertulis pada label produk. Senyawa lain yang terkandung dalam produk ini antara lain Vitamin E dan kafein. Salvia divinorum dikonsumsi dengan cara mengunyah daun segar atau daun segar ditumbuk dan direndam dengan air kemudian diminum. Namun dilaporkan pengguna menghirup uap ekstrak salvinorin A, atau menghisap daun kering dari tanaman ini. Menghisap daun kering dapat menghasilkan halusinasi singkat namun intens. Penelitian pada hewan menunjukkan tanaman Salvia divinorum memiliki toksisitas rendah. Sejauh ini, belum ada laporan tentang korban jiwa dari penggunaan Salvia divinorum.Pustaka[1] Dhaifalah I. and Santavy J., ‘Khat habit and its health effect. A natural amphetamine’, Biomedical Papers, 2004, 148, 11-5[2] Babu, K.M., McCurdy, C.R. and Boyer, E.W., ‘Opioid receptors and legal highs: Salvia divinorum and Kratom’, Clinical Toxicology (Philadelphia), 2008, 46 (2), 146-52[3] P. Kalix, “ Khat : A Plant with Amphetamine Effects, “ Journal of Substance Abuse Treatment, Vol. %, No. #, 1988, pp. 163-169


Kamis, 18 Juli 2019

AMINOINDANES

Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, banyak bermunculan senyawa sintesis baru yang dapat memberikan efek menyenangkan, menyerupai senyawa narkotika dan belum terdaftar dalam Undang-Undang Narkotika maupun Psikotropika. Senyawa baru tersebut masuk dalam kategori NPS (New Pshycoactive Substances) dan saat ini tengah menjadi Global Warning. Banyak diantara senyawa tersebut merupakan analog dari senyawa Narkotika, hal ini bertujuan untuk memberikan efek yang sama atau bahkan lebih kuat daripada senyawa narkotika tersebut.Sebagai contoh adalah golongan Aminoindanes. 2-Aminoindanes (2-AI) (gambar 2) merupakan analog dari Amfetamin (gambar 1) dan menghasilkan efek stimulan yang sama kuatnya dengan Amfetamina. Saat dikonsumsi, 2-AI melepaskan dopamine dan norepinefrin ke dalam otak dimana keduanya berperan untuk menghasilkan efek stimulan dan europhia. Salah satu pengguna 2-AI melaporkan bahwa setelah menggunakan obat tersebut terasa gelisah dalam waktu yang cukup lama. Pemakaian senyawa jenis ini biasanya melalui intranasal maupun rektal. Sampai saat ini (Juni 2016) belum ditemukan kasus penggunaan 2-AI di Indonesia.Gambar (1) Struktur Kimia Amfetamina dan (2) Struktur kimia 2-aminoindane (2-AI)Selain itu, ditemukan pula senyawa Aminoindanes lainnya yang disintesis melalui reaksi adiksi terhadap 2-AI dan telah dijual secara online antara lain 5,6-methylenedioxy-2-aminoindane (MDAI), 5,6-methylenedioxy-I-methyl-2-aminoindane (MDMAI), 5-iodo-2-aminoindane (5-IAI) dan 5-methoxy-6-methyl-2-aminoindane (MMAI). Senyawa-senyawa tersebut merupakan analog MDMA yang berhubungan dengan cincin indane dan mempunyai efek stimulan. Senyawa aminoindanes yang ditemukan dalam bentuk serbuk dan kristal tersebut dimungkinkan untuk dijadikan campuran senyawa stimulan lainnya seperti kokain, amfetamina, dan metamfetamina untuk meningkatkan efek stimulannya. Akan tetapi, berdasarkan uji preklinis (pada hewan) belum ditemukan adanya efek neurotoksik seperti pada MDMA. Penelitian lain terhadap senyawa 5-IAI menunjukkan bahwa efek neurotoksik yang ringan bahkan terjadi saat dikonsumsi pada dosis sangat tinggi.Perlu diwaspadai pula senyawa Aminoindanes lainnya yang telah diperjualbelikan secara online yaitu N-ethyl-5-trifluoromethyl-2-aminoindane (ETAI) dan 5-trifluoromethyl-2-aminoindane (TAI) yang merupakan analog indane dari fenfluramine, senyawa yang sebelumnya dipasarkan sebagai penekan nafsu makan. Pustaka[1] Sainsbury, P.D., Kicman, A.T., Archer, R.P., King, L.A., Braithwaite, R.A.“Aminoindanes – the next wave of ‘legal highs’?”Drug Test Analysis 3 (2011) : 479-482. [2] Simmler, L et al. Pharmacological profiles of aminoindanes, piperazines, and pipradrolDerivatives. Biochemical pharmacology 88 (2014 : 237-244


Suara Masyarakat


DATA STATISTIK BNNP JAWA BARAT

230

Total Kasus Narkoba

330

Total Tersangka Kasus Narkoba

461

Total Pasien Penyalahgunaan

1,441

Jumlah Penggiat Anti Narkoba

1,850,207

Jumlah Sebaran Informasi